HertiArc's Days

Tentang hari2 yang telah dilalui, dalam kesendirian juga dalam kebersamaan. Hari-hari yang kuinginkan dapat diambil manfaatnya agar aku bisa menjadi seseorang yang lebih baik.

My Photo
Name:
Location: Qatar

cool housewife who wants to be an "oasis" of her familly

Kitchen's Moments

Our Food

Our Snacks

Our Beverages

Saturday, February 11, 2006

Ketika kejenuhan menghampiri

Masih lengket dalam ingatan ketika saya sedang melewati proses adaptasi awal tinggal di negara ini, kejenuhan seringkali datang menghampiri. Pada saat itu, rasanya saya hanya bergulung2 dengan pekerjaan rumah yang tak pernah selesai! Tak banyak kegiatan yang kulakukan diluar rumah, kecuali sesekali ngobrol dengan teman2, berolah raga atau menghadiri arisan ibu2 indonesia. Hmm...kelihatannya saya harus punya kegiatan lain untuk mengeluarkan saya dari kejenuhan ini.

Beberapa bulan kemudian, ketika teman semakin bertambah...
Saya diikut sertakan dalam kepengurusan arisan, Kedudukan yang menuntut saya untuk aktif dalam kegiatan sosial, seperti kunjungan untuk orang sakit, melahirkan, meninggal, menemukan ide untuk progam acara arisan, menghubungi ustadz yang akan mengisi acara pengajian bulanan. Begitulah...cukup menyenangkan, membuat saya, setahap demi setahap, lebih mengenal lingkungan disekitar saya.
Sungguh suatu hal yang sangat saya syukuri ketika kemudian saya dapat mengikuti progam pengajian Umi di Al Arqam, tempat yang memang disediakan community sebagai Islamic Study Center. Kegitan ini insya Allah, mudah2an dapat memenuhi kebutuhan rohani saya.
Satu lagi, kini saya sedang mencoba belajar membuat tulisan yang dikemas dalam bentuk blog. Tulisan yang tentu saja sangat sangat sederhana, namun Alhamdulillah cukup memberikan manfaat bagi saya.

Satu persatu kegiatan masuk dalam list schedule saya. Satu persatu saya coba jalani, nikmati...Tapi suatu saat, kejenuhan itu tetap saja muncul, ditambah lagi ketika anak2 membuat "ulah". Duh...rasanya, kalau bisa berasap, mungkin sudah berasap nih kepala, saking panasnya..

Tapi Alhamdulillah, ketika saya merasa jenuh, ya..saat saya mulai uring2an, mulai malas melakukan pekerjaan rumah tangga, mulai melakukan sesuatu dengan keterpaksaan, pokoknya saat saya benar2 tidak merasa nyaman dengan segala sesuatu, saya menyadari betul bahwa saya memang sedang dalam kondisi jenuh. Bukankah banyak orang yang justru tidak mengenal dirinya sendiri, kemudian terjerumus melakukan hal2 di luar kontrol?

Buat saya sendiri, rasa jenuh itu datang ketika saya merasa terperangkap dalam pekerjaan rumah yang sudah merupakan rutinitas. Di saat seperti inilah saya dituntut untuk kreatif menemukan sesuatu yang dapat mengeluarkan saya dari rutinitas, sekaligus dapat membuat saya merasa bergairah untuk kembali memasuki rutinitas. Bingung kan jadinya....?

Berjalan2 ke Doha bersama keluarga, sekedar untuk belanja mingguan atau makan di luar, selama ini sudah cukup membuat saya "recharged". Kadang menyusuri souq berdua bersama suami (anak2 tak pernah mau diajak ke tempat ini), siapa tahu menemukan sesuatu yang menarik, yang gak ada di rumah. Atau berkumpul bersama teman2 di tempat2 yang cukup menarik, di corniche, sand dune...Tapi tentunya kegiatan2 seperti ini, suatu saat akan membosankan juga.....

Kemarin malam, kebetulan saya membaca pojok Aa Gym di Republika. Setelah membaca beberapa artikelnya ada satu yang menyentuh saya, tentang kemampuan diri menikmati keiklasan.

Berusaha menemukan kegiatan yang dapat meloloskan kita dari kejenuhan, rasanya tak salah..Tetapi ternyata, itu harus dibarengi dengan kegiatan menata hati. Ya..menata hati agar hati ini senantiasa iklas untuk mengerjakan apa2 yang memang dapat kita kerjakan. Menata hati agar kita menjadi seseorang yang "bernilai" bukan dari apa yang kita dapatkan, tetapi dari apa yang dapat kita berikan.Insya Allah...

2 Comments:

Blogger Keluarga Fasril said...

Yupp... menata hati untuk keikhlasan.
Itu juga yg slalu saya tanamkan dalam2 pd diri saya setiap kejenuhan akan rutinitas menyelimuti saya.
Apalagi tinggal di negara gurun seperti kita ini ....
Insya Allah segala penyakit hati (yg efeknya bikin sakit beneran) gak berani dateng lagi ya....
Karena keikhlasan membawa kita pd sifat rendah hati... menjauhkan kita dr sombong dan takabur.
Mudah2an Allah selalu membimbing kita di jalan yg lurus.
Amin ya robbal alamin...

7:44 PM  
Anonymous Anonymous said...

This is very interesting site... video editing programs

9:25 AM  

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home