Quad Bike
Mengendarai motor di perbukitan pasir merupakan salah satu kegiatan yang sangat digemari oleh Qatari. Biasanya pada saat week end, kita dapat melihat mobil 4 wheel drive dengan gandengan di belakangnya yang membawa motor di atasnya, berseliweran di jalanan menuju ke arah Messaid.
Penasaran...seperti apa sih rasanya?
Beberapa hari yang lalu, sehabis menemani anak2 menonton "Narnia", meluncurlah kami ke arah Messaid, daerah yang memang memiliki banyak perbukitan pasir, tempat yang cukup ideal untuk melakukan kegiatan ini. Kebetulan sore hari ketika kami tiba disana, sudah cukup banyak orang datang. Tidak memiliki motor pribadi? Tenang saja, disini tersedia cukup banyak penyewaan dengan harga yang bervariasi sesuai jenis motor yang akan kita sewa.
Dengan mengeluarkan QR 100/jam kita menyewa motor dari jenis yang paling sederhana, cocok buat kita yang baru pertama kali nyoba. He..he..sebenarnya nih motor diperuntukkan buat anak2 under sixteen. Bunyinya berisik banget, bre bek, bre bek...., kayak bunyi bajaj di Jakarta.
Suamiku yang dulu memang hobby banget naik motor, seperti kembali menemukan dunianya yang lama. Tanpa kesulitan yang berarti, langsung ngueng....meluncur! Tapi ketika mencoba menaiki bukit...e' e' e' musti ngeden!
"Enak ya pak, gak susah naiknya?"
"Gak, ayo coba aja sendiri".
Waduh, ini pertama kalinya aku pegang motor sendiri nih, serem juga! Awalnya ndut....ndut, tapi gak lama kemudian langsung ngueng...! Ternyata memang gak sulit, tinggal pencet gas yang ada kemudi kanan dan rem di kemudi kiri. Percaya deh, lebih gampang dari naik motor biasa. Ya terang aja, rodanya empat! Gak bakalan jatuh!
Penasaran...seperti apa sih rasanya?
Beberapa hari yang lalu, sehabis menemani anak2 menonton "Narnia", meluncurlah kami ke arah Messaid, daerah yang memang memiliki banyak perbukitan pasir, tempat yang cukup ideal untuk melakukan kegiatan ini. Kebetulan sore hari ketika kami tiba disana, sudah cukup banyak orang datang. Tidak memiliki motor pribadi? Tenang saja, disini tersedia cukup banyak penyewaan dengan harga yang bervariasi sesuai jenis motor yang akan kita sewa.
Dengan mengeluarkan QR 100/jam kita menyewa motor dari jenis yang paling sederhana, cocok buat kita yang baru pertama kali nyoba. He..he..sebenarnya nih motor diperuntukkan buat anak2 under sixteen. Bunyinya berisik banget, bre bek, bre bek...., kayak bunyi bajaj di Jakarta.
Suamiku yang dulu memang hobby banget naik motor, seperti kembali menemukan dunianya yang lama. Tanpa kesulitan yang berarti, langsung ngueng....meluncur! Tapi ketika mencoba menaiki bukit...e' e' e' musti ngeden!
"Enak ya pak, gak susah naiknya?"
"Gak, ayo coba aja sendiri".
Waduh, ini pertama kalinya aku pegang motor sendiri nih, serem juga! Awalnya ndut....ndut, tapi gak lama kemudian langsung ngueng...! Ternyata memang gak sulit, tinggal pencet gas yang ada kemudi kanan dan rem di kemudi kiri. Percaya deh, lebih gampang dari naik motor biasa. Ya terang aja, rodanya empat! Gak bakalan jatuh!
Bener kata Ida, kayak tukang antar susu!!
Tapi heran, anak2ku kok kurang tertarik. Asti malah asyik dengan hp nya di dalam mobil. Zaky, belum berani mencoba sendiri, masih tandem sama bapaknya. Yeh..ini mah yang puas jadi bapak ibunya aja.
Eit, hampir lupa mau majang yang ini. Sekali2 fotografer jadi model dong...


0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home